Dalam proyek konstruksi, pembayaran upah tukang menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Di Mamuju, rumah jabatan Ketua DPRD Sulawesi Barat sempat disegel tukang dan aktivis HMI Manakarra karena upah pekerja disebut belum dibayarkan.

Kasus penyegelan proyek menjadi pengingat pentingnya kejelasan pembayaran upah tukang dalam pekerjaan konstruksi. (Foto: Detik)
Penyegelan dilakukan karena kontraktor disebut belum melunasi upah tiga tukang dengan total sekitar Rp31 juta. Upah tersebut seharusnya dibayarkan pada Desember 2025.
Menurut keterangan Sekretaris HMI Manakarra, proyek rehabilitasi rumah jabatan tersebut telah rampung. Nilai proyek disebut mencapai Rp877 juta, namun masih ada hak pekerja yang belum diselesaikan.
Pihak yang melakukan penyegelan meminta agar serah terima rumah jabatan tidak dilakukan sebelum upah tukang dibayarkan. Mereka juga mendesak perusahaan terkait segera menyelesaikan pembayaran kepada pekerja.
Di sisi lain, pihak Dinas PUPR Sulawesi Barat menyebut pekerjaan sudah rampung dan pembayaran kepada kontraktor telah diselesaikan. Masalah gaji tukang disebut menjadi kewajiban pihak kontraktor.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya manajemen proyek yang tertib, terutama dalam hubungan antara pemilik proyek, kontraktor, mandor, dan tukang. Jika alur pembayaran tidak jelas, pekerjaan yang sudah selesai tetap bisa menimbulkan konflik.
Bagi pemilik rumah yang menggunakan jasa tukang atau kontraktor, sistem pembayaran perlu dibuat tertulis sejak awal. Perjanjian sebaiknya mencakup nilai pekerjaan, tahapan pembayaran, jadwal pengerjaan, serta kewajiban masing-masing pihak.
Untuk proyek renovasi rumah, pemilik juga perlu memastikan siapa yang bertanggung jawab membayar tukang. Apakah pembayaran dilakukan langsung ke pekerja, melalui mandor, atau melalui kontraktor utama.
Transparansi seperti ini membantu menghindari sengketa di tengah atau akhir proyek. Selain itu, tukang yang bekerja dengan kepastian pembayaran cenderung lebih fokus dan profesional dalam menyelesaikan pekerjaan.
Dalam jasa konstruksi, kualitas bangunan penting, tetapi hubungan kerja yang sehat antara semua pihak juga sama pentingnya. Proyek yang rapi secara administrasi akan lebih mudah diawasi dan dipertanggungjawabkan.
Sumber: Lihat artikel asli