Kanopi rumah yang dipasang di area terbuka perlu memiliki struktur yang kuat. Di Gowa, Sulawesi Selatan, dua kanopi rumah di Perumahan Bumi Hartacu 2 dilaporkan ambruk akibat angin kencang disertai hujan lebat.

Kanopi rumah yang berada di area terbuka perlu dicek berkala agar tetap aman saat cuaca ekstrem. (Foto: Antara)
Kerusakan terjadi pada dua rumah di blok berbeda. Warga sekitar kemudian bergotong royong membersihkan puing-puing kanopi yang berserakan setelah hujan reda.
Langkah pembersihan dilakukan agar material yang jatuh tidak membahayakan pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di sekitar lokasi.
Dalam kondisi cuaca ekstrem, masyarakat juga diimbau memutus aliran listrik sementara untuk mencegah risiko sengatan listrik. Langkah ini penting terutama jika ada material logam, air hujan, dan kabel listrik di sekitar area kerusakan.
Angin kencang dapat membuat material ringan seperti seng, galvalum, atau lembaran atap terangkat. Jika sambungan tidak kuat, bagian kanopi bisa lepas dan membahayakan lingkungan sekitar.
Karena itu, pemasangan kanopi rumah perlu memperhatikan lebih dari sekadar desain. Rangka, sambungan, kemiringan, jenis penutup atap, dan titik pengikat ke bangunan harus diperhitungkan dengan baik.
Untuk area yang sering terkena angin, pemilik rumah sebaiknya menggunakan rangka yang kokoh dan sambungan yang kuat. Pemeriksaan berkala juga perlu dilakukan, terutama pada baut, las, dudukan dinding, dan bagian yang mulai berkarat.
Jika kanopi mulai bunyi saat tertiup angin, terlihat miring, bocor, atau sambungan mulai longgar, sebaiknya segera panggil tukang untuk pengecekan.
Perbaikan kecil yang dilakukan lebih awal dapat mencegah kerusakan besar dan mengurangi risiko kecelakaan saat cuaca ekstrem.
Kanopi yang baik bukan hanya membuat rumah terlihat rapi dan teduh, tetapi juga harus aman bagi penghuni dan lingkungan sekitar.
Sumber: Lihat artikel asli